MINIMNYA lahan sawah di Desa Bukit Bulan, Kecamatan Limun ternyata tidak membuat nyali masyarakat setempat ciut untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan swasembada beras. Warga memanpaatkan lahan karet untuk menanam padi ladang. Kenapa terjadi demikian?

JETSEMAN, Bukit Bulan

Ungkapan orang bijak; Sekali Dayung, dua tiga Pulau Terlampau’ sangat pas untuk kondisi pertanian di Desa Bukit Bulan Kecamatan Limun. Dengan memanfaatkan lahan karet yang baru di tanam, masyarakat menanam padi ladang. Hasilnya pun berlimpah.
Menurut warga Bukit Bulan, dengan dimanfaatnya lahan karet yang baru di tanam, masyarakat sudah bisa panen padi ladang berton-ton dalam sekali masa panen. Sehingga hasil panen padi bisa membantu kebutuhan beras untuk masyarakat Bukit Bulan dan sekitarnya.
Bahkan Bupati Sarolangun Drs Hasan Basri Agus sempat melihat tradisi bercocok tanam masyarakat Bukit Bulan yang terkenal kreativ itu. Karena selama ini kawasan Bukit Bulan memiliki potensi yang besar di sektor pertanian, perkebuan maupun peternakan.
Tetapi kendala yang dihadapi masyarakat yakni akses jalan. Jika hari hujan, jalan keluar sering terjadi longsor.
Mengatasi kendala akses jalan, pada anggaran tahun 2008, pemerintah akan membuka akses jalan dari desa Berkun Bukit Bulan menuju Singkut V kecamatan Singkut.
Kadis Pertanian, Ir Syahrasadin Msi menyebutkan, potensi alam Bukit Bulan sangat memungkinkan untuk pertanian.
Menurut pantauan Dinas pertanian, lahan sawah yang ada di Bukit Bulan sekitar 250 Hektar. Disamping itu, masyarakat juga memanfatakan lahan karet yang baru di tanam untuk menanam padi ladang.
Lebih lanjut Syahrasadin mengatakan, untuk meningkatkan swasembada beras di Bukit Bulan, Dinas pertanian juga akan membantu bibit padi pada tahun 2007.
“Untuk bantuan bibit padi hanya tinggal pendistribuan saja,”ungkap lelaki yang baru beberapa bulan menjabat Kadis Pertanian Sarolangun tersebut.(***)